Listrik dan BBM Naik,Dapat Lampu Hijau DPR




DPR akhirnya menyetujui Rancangan Undang-Undang APBN 2013 yang sebelumnya telah dibahas dengan alot september lalu. DPR juga menyepakati seluruh asumsi makro yang yang ada dalam APBN 2013 termasuk pertumbuhan ekonomi 6,8 persen, inflasi 4,9 persen, nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika Rp.9.800, Surat perbendaharaan Negara 3 bulan 5 persen, dan harga minyak mentah US$ 100 per barel. Dan memberikan wewenang kepada pemerintah untuk menaikkan harga energi, jika perkiraan ekonomi makro melenceng. Artinya dengan disetujuinya APBN 2013 pemerintah berhak menaikkan harga energi (bbm dan listrik) apabila kondisi makro yamg telah diasumsikan pada APBN 2013 meleset. Mekanisne penyesuaian harga BBM ini akan diserahkan kepada kementrian energi dan sumber daya mineral. Pekan lalu wakil mentri ESDM memberi usulan untuk menaikkan Rp.500 per tiga bulan.

DPR juga mengabulkan besaran kenaikan tarif listrik sebesar 15 persen untuk pelanggan dengan daya diatas 900 VA.

Analis berpendapat pada APBN 2013 anggaran belanja modal masih kecil dibandingkan anggaran subsidi. Padahal belanja modal bisa menggerakkan ekonomi karena digunakan untuk pembangunan fisik yang menyerap bahan baku dan sumber daya manusia. Sehingga belanja modal akan menimbulkan efek berantai pada sektor ekonomi. Yang perlu diperhatikan adalah kualitas penggunaan anggaran belanja. Rata-rata kemampuan belanja pemerintah hanya sebesar 90 persen dari yang dianggarkan.

admincantik

Love writing, knitting

Leave a Reply