Penjualan Ban Bisa Naik 5 Persen
Walau ekspor ban menurun namun produsen ban masih bisa merasakan kenaikan penjualan bank akibat tumbuhmya permintaan ban domestik. Pertumbuhan penjualan ban diperkirakan 5 persen pada semester 2 tahun ini.
Sampai pertengahan tahun ini, total penjualan ban turun 5 persen dibandingkan tahun 2011 lalu, ekspor turun 9 persen namun permintaan dalam negri naik 15 persen. Artinya walau ekspor menurun, namun industri ban mampu tumbuh 4 persen dibanding tahun lalu berkat sokongan permintaan pasar dalam negri, yang sebelumnya diperkirakan hanaya tumbuh 2 persen. Pertumbuhan ini terutama karena permintaan untuk penggantian ban sementara untuk segmen OEM tergantung pada produksi kendaraan nasional.
Selain meningkatnya permintaan domestik, investasi baru turut mendukung pertumbuha industri ban, seperti ekpansi PT.Gajah Tunggal untuk pembangunan pabrik. Ada pula investor dari luar negri asal negri ginseng, Korea Selatan yang akan mulai memproduksi ban november 2012 ini, di Indonesia perusahaan ini bernama PT. Hankook Indonesia dengan pabrik yang berlokasi di Cikarang. Target produksi perusahaan 20 persen akan digunakan untuk memenuhi pasar dalam negri sementara sisanya unuk diekspor dari total produksi 6 juta unit ban per tahun.
Ada pula pembagunn pabrik ban motor baru hasil kerjasama PT.Astra Otoparts dengan Pirelli Tire, targetnya pembangunan pabrik akan selesai tahun 2014 nanti. Nantinya pabrik ini diperkirakan akan memproduksi 7 juta unit ban pertahun.

