Krakatau Steel Mengalami Penurunan Laba




Pertumbuhan permintaan terhadap produk baja meningkat sebesar 31% di semester I tahun ini, namun keuntungan yang diperoleh justru menurun 90%. Bedasarkan laopran keuangan Krakatau Steel sepanjang semester pertama tahun 2012 laba keuntungan yang diperoleh perusahaan hanya Rp.105,84 miliar, bandingkan dengan tahun lalu dipriode yang sama bisa mencapai Rp.1,36 trilliun. Pendapatan PT.Krakatau Steel diperkirakan bakal naik di semester II tahun ini, disebabkan proyek konstruksi pemerintah yang mulai menggeliat di pertengahan tahun. Dilihat dari trendnya permintaan produk baja menurun saat dekat dengan bulan puasa, dan kemudian meningkat lagi pasca hari raya. Pada tahun ini diperkirakan pasar baja di Indonesia akan tumbuh 10%. Harga baja sendiri banyak dipengaruhi harga baja dunia, menurunnya permintaan baja dunia akibat krisis keuangan di Eropa akan turut menekan harga baja dunia.

Penurunan laba PT. Krakatau Steel dikarenakan beban pendapatan yang membengkak di semester I, yang asalnya Rp.7,5 trilliun menjadi Rp.10,16 trilliun, hal ini tentu saja mengurangi laba perusahaan.

Selain naiknya bahan baku baja dunia, selish kurs rupiah yang selalu berfluktuasi juga ikut menyebabkan berkurangnya laba perusahaan sebesar Rp.15,09 miliar. Tak hanya itu, PT Krakatau Steel juga sedang melakukan revitalisasi mesin-mesin produksinya. Secara umum performa perusahaan di semester pertama tahun ini bagus, dengan naiknya pendapatan sebesar 31% diakhir tahun.

Logo PT.Krakatau Steel Tbk

Leave a Reply